KOMNAS HAM DAN EMS APRESIASI PELAYANAN RBM - PWGT BAGI 550 ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Anak-anak berkebutuhan khusus di Pusat Pelayanan RBM PWGT mendapat kunjungan tamu-tamu istimewa pada hari Selasa, 3 Oktober 2017. Tak heran jika gedung pelayanan di wilayah Tangmentoe, tempat anak-anak ini belajar dan dibentuk untuk mandiri, tampak mendadak jadi lebih ramai dari biasanya.

Ibu Indahwati, Kepala Bagian Bidang Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Pusat, dalam kunjungan tersebut memberi apresiasi yang luar biasa bagi Pusat Pelayanan RBM (Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat). Perhatian  lebih bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus, merupakan sebuah hal yang begitu mulia. 

Sementara itu, Corinna Waltz utusan EMS (Evangelical Mission in Solidarity), lembaga yang juga turut mendukung pelayanan RBM selama ini, juga memberi tanggapan yang sangat positif terhadap pelayanan RBM selama ini.

Pusat Pelayanan RBM yang berada di bawah naungan PWGT ini, telah berdiri selama 23 tahun, yakni sejak Bulan Agustus tahun 1994. RBM lahir sebagai jawaban Gereja Toraja atas begitu banyaknya anak-anak berkebutuhan khusus di seluruh wilayah Toraja. Hingga saat ini terdapat 550 (lima ratus lima puluh) lebih anak-anak binaan RBM yang tersebar di berbagai penjuru Toraja dan dibina oleh 29 tenaga pembina. Kegiatan pembinaan dilaksanakan tidak hanya di Tangmentoe, tetapi juga melalui kunjungan ke rumah-rumah keluarga yang ada di berbagai tempat, antara lain: Rantepao, Makale, Sadan, Buakayu, Sangalla.

Dalam kunjungan tersebut, juga tampak begitu antusiasnya sejumlah anak-anak berkebutuhan khusus dalam memperlihatkan keterampilan mereka. Mereka mampu membuat beragam kerajinan tangan yang menarik, bahkan juga menjahit baju yang betul tampak indah dan rapi. Tak ketinggalan pula mereka yang mahir bermain alat musik keyboard dan mengoperasikan Komputer. Pusat Pelayanan RBM bahkan juga memiliki kelompok penari yang terdiri dari anak-anak yang tidak mampu mendengar dengan baik. Salah seorang penari mereka bahkan sudah mewakili Propinsi Sulawesi Selatan untuk berlomba pada tingkat Nasional.

Visi RBM sendiri ialah berupaya membentuk anak-anak yang berkebutuhan khusus ini untuk menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan bisa diterima dengan baik di tengah keluarga dan masyarakat. Tanpa memandang latar belakang sosial dan agama, anak-anak ini dibimbing dengan penuh kasih sayang oleh para tenaga pembina.

Koordinator Pusat Pelayanan RBM, Ibu Milka Sarungallo berharap dukungan semua pihak untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi anak-anak ini. Sejumlah sarana penunjang pelatihan masih amat dibutuhkan, seperti alat musik keyboard, mesin jahit khusus dan berbagai sarana penunjang lainnya.


Bagikan