KUNJUNGAN KOMISI PEKABARAN INJIL KE PADANGALLA’ – SIMBUANG – LEWANDI (23 s/d 31 DESEMBER 2017)

Program akhir tahun 2017 Komisi Pekabaran Injil Gereja Toraja adalah melaksanakan kunjungan ke Daerah Padangalla’, Simbuang dan Lewandi. Kunjungan ini diharapkan dapat melibatkan PP-OIG, Yayasan ataupun jemaat yang berkerinduan untuk melihat langsung situasi kehidupan didaerah terpencil (daerah PI), dan puji syukur bahwa pada akhirnya PP PWGT dapat berkontribusi aktif dalam kegiatan ini, baik dana pun dalam bentuk pembinaan. Kunjungan KPI diawali dengan baptisan Kudus bagi Keluarga Ambe’ Tindo (5 orang) pada tanggal 24 Desember 2017 di Makula’ Pinrang. Ambe’ Tindo pun sebagai mantan pemangku jabatan dalam aluk neman(todolo) berkomitmen untuk menyampaikan pengakuan imannya kepada sejumlah KK yang masih aluk Todolo disekitar tempat tinggalnya. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan Kamp Natal seunit padangalla’ 26 – 29 Desember 2017 yang dihadiri semua pos-pos PI dan Komisi Pekabaran Injil ( Pdt. Nikanor Amba, Pdt. Wahyu Parrangan dan Pdt. Paulus Parrrangan) serta ibu Diece Kondorura dan ibu Hartanto sebagai perwakilan dari PP-PWGT. Dalam kegiatan Kamp ini ada beberapa anggota pemuda yang memberi diri untuk dibaptis. KPI dan PP-PWGT turut melaksanakan Pembinaan Jemaat, khusus PWGT dan Guru SMGT.

Diwaktu yang bersamaan Pdt. Armand menghadiri Kamp Natal PPGT Simbuang Mappak di Jemaat Panobonan. Pembinaan dilakukan dalam bentuk KPI dan motivasi oleh Pdt. Rasely Sinampe dari Yayasan Marampa’ Tallulolo. Kegiatan kunjungan KPI diakhiri di Jemaat Lewandi Klasis Walenrang 30-31 Desember 2017. Lewandi adalah satu dari sekian banyak daerah yang masih sulit dijangkau, akses jalan cukup menantang dengan biaya ojek yang relatif mahal (Rp 500.000,-). Dalam perayaan Natal ini turut dihadiri oleh bebarapa denominasi Gereja dan dari KPI-GT hadiri Pdt. Elisabeth T, Pdt. Paulus P., Pdt. Wahyu P., dan Pdt.  Armand. Dalam ibadah minggu dilaksanakan peneguhan sidi, pemberkatan nikah, baptisan kudus (salah satunya adalah anak penderita Hydrocepalus)dan juga peneguhan majelis. Harapan terbesar dari kunjungan ini adalah jemaat-jemaat didaerah terpencil tidak merasa “berjalan sendiri” dalam berbagai realitas kehidupannya.


Bagikan