MENELUSURI JEJAK MARTIR di SALUTALLANG - TANA RONGKONG

(Menjelang HUT 70 Gereja Toraja di Klasis Rongkong Sabbang Baebunta)

Perayaan HUT 70 Gereja Toraja di Klasis Rongkong Sabbang Baebunta yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 26-28 Mei 2017, akan dipusatkan di sebuah lokasi yang amat bersejarah dalam perjalanan pelayanan Gereja Toraja, yakni di Jemaat Salutallang, pusat Resort Rongkong Seko pada masa Zending dulu berada.

Menurut Pdt. Daud Sangka', dari empat Resort pelayanan Zending pada masa itu, Resort Rongkong yang berpusat di Salutallang, merupakan resort yang terbesar. Pada masa itu, di lokasi tersebut, tidak hanya ada gedung gereja, tetapi juga sebuah rumah sakit, sekolah, rumah-rumah guru. Bahkan sudah ada dua toko yang dikelola oleh dua warga keturunan Tionghoa.

Di Jemaat ini jugalah terdapat rumah besar pada masa itu yang dikenal dengan sebutan "Rumah Seratus Jendela", karena jendelanya yang amat banyak. Rumah yang awalnya ditempati oleh H.J van Weerden, misionaris pertama ke Rongkong (1928) dan kemudian juga ditempati oleh Pdt. Zet Tawaluyan (martir gereja tahun 1946) dan Pdt. Pieter Sangka' Palisungan (martir gereja tahun 1953), tidak hanya sekedar menjadi tempat tinggal para pelayan. Lebih dari itu, "Rumah Seratus Jendela" ini juga berfungsi sebagai poliklinik dan tempat pendidikan bagi putra-putri Rongkong.

Dalam moment perayaan 70 Tahun Gereja Toraja ini, akan dilaksanakan sejumlah kegiatan seperti Kebaktian Penyegaran Iman dan Pembinaan Majelis Gereja yang difasilitasi Komisi PWG Gereja Toraja, Teman Gereja Toraja dan Yayasan IMT. Selain itu juga akan dilaksanakan Pelayanan Kesehatan dari Tim RS Elim Rantepao, serta pembagian dan penanaman bibit kopi bagi warga Jemaat yang didukung oleh PT Sulotco Jaya Abadi.

Selain itu juga akan dilaksanakan peletakan batu pertama untuk membangun kembali Gedung Gereja yang di jemaat Salutallang, yakni yang terakhir kali direnovasi pada tahun 1975 (dengan tidak meninggalkan model gedung awalnya).

 


Bagikan