Pdt. Yakub Susabda: KONSELING ADALAH TANGGUNG JAWAB GEREJA

Pdt. Yakub Susabda, Ph.D, Rektor STTRI Jakarta dalam Pelatihan Konseling yang dilaksanakan di Tangmentoe tanggal 15-18 Mei 2017 mengatakan, bahwa pelayanan konseling adalah tanggung jawab gereja yang amat perlu diperhatikan. Pelayanan konseling dimaksudkan agar segenap hidup warga gereja dapat berfungsi secara penuh.

Pnt. Prof. DR. J. L. Parapak sendiri, sebagai Ketua Yayasan Insan Mandiri Terpadu (IMT) dalam Ibadah Pembukaan Pelatihan Konseling ini mengatakan, betapa kegiatan ini merupakan wujud dari upaya membentuk hidup yang sungguh berpusat pada Kristus. Realita sosial yang dihadapi kini betul-betul menuntut kehadiran gereja dalam mendampingi warganya.

Pelatihan Konseling yang dilaksanakan dalam kerja sama Komisi PWG Gereja Toraja dengan Yayasan IMT, STTRI dan Teman Gereja Toraja ini, diikuti oleh 68 peserta yang terdiri pendeta, guru, serta penatua / diaken, yakni yang berasal dari sejumlah wilayah pelayanan Gereja Toraja. Dalam pelatihan yang dilaksanakan selama 4 hari ini, Tim dari STTRI menyampaikan cukup banyak materi pelatihan konseling, baik terkait kehidupan keluarga, remaja, seks, pergaulan dan beragam topik lainnya. Dalam praktek di kelompok yang selalu mengikuti setiap materi, para peserta tampak begitu antusias. Salah seorang peserta, yakni Pdt. Yesaya Tulak mengatakan, "Untung saya datang". Betapa tidak, banyak materi yang menjelaskan adanya kekeliruan dan kelemahan dalam praktik konseling yang dilakukan selama ini.

Peserta lainnya, yakni Ibu Juaneni Rambung, seorang Guru yang sudah mengajar lebih dari 20 Tahun, juga menyampaikan hal serupa. Materi pelatihan konseling yang diberikan menurutnya amat mengubah persepsinya dalam mendampingi para siswa dengan sejumlah masalahnya.

Pdt. Daud Palelingan, anggota Komisi PWG Gereja Toraja berharap pelatihan ini makin memperlengkapi peserta. Tidak hanya dalam mendampingi orang lain, tetapi bahkan menolong diri sendiri. Oleh sebab itu, kelanjutan pelatihan ini masih akan tetap diupayakan.


Bagikan