TORAJA KEKURANGAN CONDUCTOR

Untuk pertama kalinya Vocal Class dilaksanakan di Toraja, di gedung AA Van De Loosdreacht, Sabtu 3 Juni 2017. Banyak peserta yang antusias mengikuti kegiatan ini, diperkirakan sekitar 200 orang. Peserta yang hadir terdiri dari pelajar, mahasiswa, guru, pelatih paduan suara, conductor, dan para aktifis paduan suara.

Tommyanto Kandisaputra sebagai instruktur begitu bersemangat membawakan pelatihan ini. Beliau mengatakan bahwa setiap gereja harus memperhatikan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM)Conductor ataupun pelatih Paduan Suara. Demikian juga dengan Pdt.DR. Alfred Anggui, dalam sambutannya mengatakan bahwa Gereja Toraja bersyukur telah kedatangan seorang pembicara yang luar biasa dalam bidang paduan suara, namanya lama dikenal tapi baru kali ini datang ke Toraja. Ini semakin memberikan sinyal baik bagi pengembangan musik gerejawi dalam Gereja Toraja ke depan. Harapan Gereja Toraja ke depan akan semakin banyak pelatih paduan suara yang berkualitas dan karenanya BPS-GT melalui Komisi Liturgi dan Musik (KLM)terus berupaya melaksanakan pelatihan-pelatihan seperti ini.

“Toraja Kekurangan Conductor Choir” tutur seorang peserta yang juga adalah pelatih Paduan Suara, yakni Ibu Age. Pernyataan ini kemudian direspon baik oleh Tommy Kandisaputra bahwa itu berarti Toraja harus mengupayakan banyak pelatihan-pelatihan untuk bisa memproduksi para conductor.

Sekaitan dengan itu, Kabar baik bagi seluruh aktifis paduan suara bahwa ke depan akan dilaksanakan Choir Competition untuk menjadi wadah pengembangan musik gereja khususnya paduan suara. Semoga dengan momentum ini akan lahir conductor-conductor yang berkualitas untuk melayani Tuhan (adi-report).


Bagikan