Program Bantuan Air Bersih di daerah Lewandi Klasis Walenrang Kab. Luwu oleh Komisi Pekabaran Injil

Profil Jemaat Lewandi

Jemaat Lewandi dapat dijangkau melalui daerah Palopo (kurang lebih 60 km), hanya dengan menggunakan kendaraan roda dua. Lewandi merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Walenrang Barat Kabupaten Luwu. Di daerah tersebut terdapat sebuah Jemaat Gereja Toraja dengan anggota 40 Kepala keluarga, sampai hari ini masyarakat Lewandi belum dapat menikmati Air bersih. Sehari-hari mereka mengambil air untuk diminum dari sungai. Hal ini menggerakkan Komisi Pekabaran Injil untuk mengembangkan pelayanan 'Holistik' di daerah tersebut. Mata pencaharian utama anggota jemaat adalah bertani (sawah, ladang). Tingkat pendidikan warga jemaat masih cukup rendah, sebagian besar hanya sampai SMP.

Sekalipun disadari bahwa masih banyak daerah lain yang juga memiliki masalah yang serupa, namun Lewandi dipilih oleh Komisi Pekabaran Injil Gereja Toraja untuk melaksanakan Program PI Holistik, karena daerah tersebut merupakan jemaat terpencil dari Klasis Walenrang.  Klasis Walenrang terdiri dari 18 Jemaat, 9 Cabang Kebaktian dan 3 Tempat Kebaktian. Jemaat-jemaat tersebut dilayani oleh 7 orang Pendeta. Untuk jemaat Lewandi sendiri belum memiliki Pendeta. 

Program PI Holistik

Komisi Pekabaran Injil merupakan salah satu Lembaga Pelayanan Gereja yang dibentuk oleh BPS Gereja Toraja di bawah koordinasi Pdt. Dr. Alfred Anggui (Ketua I BPS Gereja Toraja). Tujuan dari lembaga ini adalah untuk menyampaikan Injil Yesus Kristus kepada semua orang. Pdt. Wahyu Parrangan, S.Th, MM (salah satu anggota KPI), mengatakan bahwa Injil adalah 'Berita Sukacita', karena itulah beliau meyakini bahwa Pekabaran Injil tidak boleh dilakukan pada aspek rohani semata, melainkan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia (Holistik). 

Berangkat dari kesadaran tersebut, maka dirancanglah sebuah Program PI Holistik. Program ini diharapkan menjadi sebuah bentuk nyata dari 'Menghadirkan Berita Sukacita' di tengah-tengah beratnya beban kehidupan warga gereja. Tentu saja disadari bahwa tidak mungkin menyelesaikan seluruh permasalahan jemaat-jemaat dalam Lingkup Gereja Toraja dalam waktu yang singkat. Karena itu sekali lagi Pdt. Wahyu Parrangan, S.Th, MM mengatakan untuk metode pelaksanaan Program PI Holistik harus menganut prinsip 'Think Globally, Act Locally'.

Jemaat Lewandi kemudian dipilih untuk menjadi Pilot Project pengembangan Program PI Holistik. Salah satu pergumulan berat yang dialami oleh Jemaat Lewandi adalah masalah ketersediaan air bersih. Sangat sulit untuk mengabarkan Injil Yesus Kristus ke tengah-tengah masyarakat yang masih belum dapat memenuhi salah satu kebutuhan dasarnya. Karena itu BPS Gereja Toraja melalui KPI menyediakan bantuan pipa air bersih yang diharapkan dapat mengalirkan air bersih dari mata air yang berjarak kurang lebih 1,2 Km ke rumah-rumah jemaat. Tujuan utama dari program ini adalah untuk merubah pola-pikir warga jemaat. Setelah terjadi perubahan pola-pikir maka akan lebih mudah untuk mengembangkan ekonomi kreatif warga jemaat di daerah tersebut. 

Lewandi bukanlah akhir dari Program PI Holistik, justru ini adalah sebuah langkah awal. Komisi Pekabaran Injil BPS Gereja Toraja masih akan terus mengembangkan daerah-daerah yang lainnya. Informasi ini sekaligus mengajak seluruh warga Gereja Toraja untuk turut berperan serta secara nyata dalam Program PI Holistik. Peran serta nyata yang dimaksudkan adalah bantuan (baik berupa dana maupun barang), untuk tahap penyelesaian Program Air Bersih ini, yakni yang masih membutuhkan biaya sejumlah Rp 21.000.000,- (dua puluh satu juta rupiah). Persembahan berupa barang dapat dikomunikasikan langsung dengan staf Komisi PI Gereja Toraja, sedangkan persembahan berupa dana dapat ditransfer langsung ke Rekening Khusus LPI Gereja Toraja, BNI no. 369740491 an. LPI Gereja Toraja (bukti transfer dapat di kirim via WA 0852-2620-0901 atau email: bidang1@bps-gerejatoraja.org).

Komisi Pekabaran Injil akan terus memberikan informasi-informasi daerah-daerah PI lainnya yang membutuhkan bantuan dan tindakan nyata dari seluruh warga Gereja Toraja.  


Bagikan