PROGRESS KEGIATAN KPI (Agustus 2016-agustus 2017)

Agustus 2017, genap satu tahun eksistensi Komisi Pekabaran Injil sebagai bagian dari Lembaga Pelayanan Gereja dalam Struktur BPS Gereja Toraja periode 2016 – 2021. Apa yang telah dilakukan dalam rentang waktu 1 tahun dan apa yang sangat diharapkan dilakukan bersama dalam rentang waktu kedepan?

Dalam rentang waktu 1 tahun ini kami sungguh bersyukur untuk apa yang sudah dilakukan :

  1. Pelatihan dan sharing pelayanan Pekabaran Injil dengan gereja-geraja lainnya dan organisasi mitra seperti : LPMI, Sekolah penginjilan SPRII, PGIW Sulselbara. Catatan penting dari kegiatan ini ialah bagaimana Gereja Toraja juga boleh menjangkau daerah dan suku-suku lain dalam memberitakan Injil. Hal ini sejalan dengan keputusan SSA XXIV tentang cakupan daerah PI yang lebih luas.
  2. Kemitraan Jemaat dan Lembaga. Hingga detik ini sejumlah jemaat/ yang intens dan berkomitmen didaerah PI ialah jemaat Jatiwaringin di daerah PI Padangalla’-Pinrang (sarana ibadah dan kemasyarakatan);Jemaat Kota Jakarta di daerah PI Sakkuang-Mappak (sarana ibadah dan bantuan dana untuk pdt dan prop PI); Jemaat Satria Kasih –Makassar di daerah Seko-Luwu Utara(insentif guru agama PI); Klasis Kaltim Bontang di daerah Mappak(sarana ibadah); Klasis Pulau Jawa(operational kegiatan);Alumni SMA Kr Rantepao(bantuan dana);RS Elim Rantepao (insentif tenaga bidan PI)dipadangalla’-pinrang. Selain Jemaat dan Lembaga tercatat juga dukungan dari sejumlah pribadi yang secara rutin memberi bantuan dana untuk menunjang kegiatan dilapangan. Ada juga jemaat  pun pribadi yang memberi   bantuan secara spontanitas berupa dana, Alkitab, pakaian dsb (Jemaat tallunglipu dan sahabat PI dari palu dan dari berbagai tempat). Sedang pula dibangun komunikasi dengan beberapa jemaat untuk bermitra.
  3. Supervisi daerah PI. Bersama dengan YPKT dan Sahabat PI telah melakukan Supervisi kedaearah Simbuang Mappak dan kunjungan ke Seko. Hal yang digarisbawahi dari kegiatan ini ialah : bahwa penting untuk memperhatikan kehidupan tenaga dilapangan secara khusus guru-guru sukarela YPKT yang ada dilokasi(menyangkut insentif yang layak); perlu penguatan basis-basis penginjilan yang telah menjadi bagian tanggungjawab Gereja Toraja dan perlunya pelatihan-pelatihan dalam rangka peningkatan ekonomi didaerah PI. Tindaklanjut dari kegiatan ini ialah:penambahan tenaga guru agama PI di Mappak dan Seko serta pelatihan peternakan babi di Manado yang diikuti oleh beberapa orang dari Simbuang. YPKT sendiri mengupayakan sentralisasi untuk peningkatan insentif tenaga guru YPKT didaerah terpencil.
  4. Penambahan tenaga PI. Hasil pertemuan refleksi tenaga PI pada November 2016 dan Supervisi maret 2017 merekomendasikan penguatan pada basis penginjilan Gereja Toraja dan salah satu itemnya ialah penambahan tenaga PI baik itu bidan,guru pun proponen. Kita bersyukur bahwa nampaknya yang diharapkan boleh terwujud. Dalam rentang waktu yang ada KPI telah menambah tenaga guru agama dan bidan PI lewat program kemitraan serta BPS Gereja Toraja telah memberi 3 tenaga proponen: prop Siang untuk Sakkuang-Mappak; prop Wandd Faku untuk unit 2 Padangalla’-Pinrang dan prop Piter untuk daerah terpencil Lewandi. Selain itu SPRII juga telah menamatkan 3 orang pemuda asal Gereja Toraja yang nantinya akan diberdayakan dilapangan PI dalam kemitraan dengan YIMT.

 

Komisi Pekabaran Injil sungguh bersyukur, bahwa ditengah pergumulan yang sedang dialami oleh BPS Gereja Toraja menyangkut dana; sejumlah program KPI tetap berjalan secara khusus kebutuhan dilapangan PI karena dukungan pribadi, jemaat, lembaga pun sahabat PI lewat pundi khusus, program kemitraan, bantuan langsung dan apapun bentuknya. Kami sangat berharap semakin hari semakin banyak pihak yang berkomitmen mengambil peran yang maksimal untuk berkarya diladang PI sebagai wujud dari jawaban iman kita atas panggilan Allah diladangnya.

Hal berikut yang perlu kami sampaikan ialah apa yang masih dibutuhkan dilapangan PI? Penambahan tenaga disejumlah tempat dan peningkatan efektifitas tenaga yang ada dilapangan tentu memerlukan banyak hal. Dana(jaminan hidup/insentif, pelatihan, bantuan modal usaha percontohan) dan fasilitas penunjang(sarana ibadah, kendaraan dll) yang secara rutin dan berkesinambungan menjadi hal yang mutlak dibutuhkan. Karena itu, kami terus mengajak semua pihak, semua jemaat, semua oraganisasi untuk berkontribusi aktif demi mewujudkan motto KPI: : Mission of Life; mewujudkan Visi Gereja Toraja yang menjadi berkat bagi semua dan menyatakan hakekat dari Gereja yang hidup yang memberitakan Injil. Salama’



Bagikan