PEMBINAAN HOLISTIK : KALI INI di KLASIS RANO dan KLASIS RANTEBUA

Setelah kegiatan pelawatan dan pembinaan Holistik di tiga Klasis pada Bulan November 2016 (Klasis Appang Batu Balepe’, Klasis Kapala Pitu dan Klasis Bittuang Se’seng), maka pada tanggal 17-18 Februari lalu, giliran Klasis Rano dan Klasis Rantebua yang melaksanakan kegiatan Pembinaan Holistik, sebuah kegiatan yang dikoordinasikan di Bidang 1 BPS dalam kerja sama dengan semua Lembaga Pelayanan Gerejawi Gereja Toraja dan didukung penuh melalui persembahan Teman Gereja Toraja.

Kegiatan pembinaan di Klasis Rano (10 Jemaat dan 3 Cab Kabaktian) dibuka pada hari Jumat malam dengan Kebaktian Penyegaran Iman yang dilayani oleh Pdt. Alfred Anggui bersama dengan sejumlah pengurus KLM. Lalu pada hari Sabtu dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan Majelis Gereja se-Klasis Rano dengan tentang Tugas dan Tanggung Jawab Majelis Gereja (oleh Pdt. Alfred Anggui) dan Liturgi (oleh Pdt. Christian Tanduk). Selain itu, pada saat yang sama juga dilaksanakan pembinaan dasar bagi sejumlah Guru SMGT, yang dibawakan oleh Ibu Rannu Kobong. Para peserta tampak antusias mengikuti materi pembinaan, yang memang diberikan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan Klasis Rano sendiri. Pdt. Alfred Anggui sendiri berharap, kegiatan ini bisa mendorong semua anggota majelis gereja untuk makin memperlengkapi dirinya dalam mengemban tugas pelayanan, mengingat keterbatasan jangkauan pelayanan para pendeta di tengah medan pelayanan yang begitu luas.

Di Klasis Rantebua, yakni yang terdiri dari 7 Jemaat dan 5 Cab Kebaktian, kegiatan pembinaan Holistik dilaksanakan di Jemaat Bamba Kalua’. Berbeda dengan materi pembinaan di Klasis Rano, maka sesuai dengan permintaan Klasis Rantebua, kegiatan banyak terfokus pada pelatihan Berkhotbah. Pelatihan yang diikuti 67 peserta dengan penuh minat ini menjadi penting, mengingat keterbatasan para pendeta dalam menjangkau seluruh wilayah pelayanan, yang pada gilirannya mengharuskan para penatua dan diaken untuk mengambil peran dalam pelayanan pemberitaan Firman.

Selain pelatihan berkhotbah yang menggunakan metode pendekatan Langham, yakni yang disampaikan oleh Pdt. Albatros Palilu, Pdt. Samuel Tulak dan Pdt. Petrus Senga’, juga dibahas sejumlah persoalan aktual terkait Tata Gereja Toraja dan juga Liturgi. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Kebaktian Penyegaran Iman yang dilayani oleh Pdt. Elvis L Saladan bersama Tim Musik lainnya.

                Pdt. Alfred Anggui mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama yang baik dengan semua pelayan di Klasis-Klasis tempat kegiatan pelayanan berlangsung. Juga bagi dukungan persembahan banyak pihak melalui Teman Gereja Toraja, yang mendukung secara penuh pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan ini sendiri disebut sebagai pembinaan Holistik, mengingat materi pembinaan yang sesungguhnya bisa mencakup banyak hal, yakni bergantung pada kebutuhan setiap klasis. Seperti halnya kegiatan pembinaan di Klasis Bittuang Se’seang yang memilih pembuatan pakan ternak sebagai materi pembinaannya. Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan secara teratur setiap bulannya di sejumlah wilayah pelayanan Gereja Toraja, khususnya yang selama ini agak sulit dijangkau. Hingga akhir tahun ini, diharapkan setidaknya bisa menjangkau hingga 25 Klasis.


Bagikan