YPKT DAN KPI GEREJA TORAJA: “BERSAMA DI LADANG MISI”

Pada tanggal 15 – 17 Pebruari 2018, Pengurus YPKT Gereja Toraja : Bapak Rede Roni(Ketua); Pdt. Agustinus Lukas (Sekretaris) dan bapak Zeth Eppang (Bendahara) yang didampingi oleh Pdt Armand (KPI-GT); Pak Marthen (WaKepSek SMA Kr Barana’);Hesrom Pakidi (Pengawas); bapak Albertus Gallaran (KepSek SMK Kr Tagari); Ny.Dorce A.Lukas (Pengawas Depag) serta saudara Arjuna, Marthen, Yulius Santosa, Hendrik Mura melaksanakan kunjungan ke daerah Mappak dan Simbuang, Tana Toraja. Perjalanan di tempuh oleh Tim dari Rantepao kurang lebih 10 jam dengan melalui 5 kabupaten (Tana Toraja, Enrekang, Pinrang, Polman dan Mamasa) serta 2 provinsi (Sul-Sel dan Sul-Bar). Perkunjungan ini mendapat tantangan tersendiri, karena jalan menuju ke lokasi tersebut masih jauh dari harapan.

Kunjungan kali ini dimaksudkan untuk meresmikan penggunaan Gedung SMA Kristen Miallo di atas lahan yang dihibahkan oleh pemiliknya (sebelumnya SMA Kr Miallo menggunakan lokasi pasar). Gedung yang didirikan dalam semangat kebersamaan oleh masyarakat, murid, guru, pemerintah dan sejumlah donator telah memungkinkan proses belajar mengajar menjadi lebih lengang sekalipun bangunannya masih sangat terbatas dengan dinding belum tertutup penuh dan masih berlantai tanah. Kepada semua pihak dalam pertemuan syukur 16 Pebruari, Ketua YPKT tetap berharap semua komponen mengambil perannya untuk memajukan sekolah kita dan menghimbau anak-anak terus memotivasi diri belajar dengan tekun dan tidak cepat-cepat mau ke kota yang sudah “ banyak penyakit (narkoba dll) ujar bapak Albertus Gallaran”. Kesempatan ini juga ditandai dengan penyerahan bantuan dari SMA Kr Barana’ (LCD, Buku dan dana); The Gideon (Alkitab 2 bahasa) serta bantuan dana dari Keluarga Besar Alm.Pdt. D. Eppang.

Dalam perjalanan kembali ke Rantepao lewat jalur Simbuang, Tim menyempatkan diri mengunjungi sejumlah sekolah, baik itu sekolah negeri maupun sekolah milik YPKT. Hasilnya di SMP Negeri Kondodewata tidak memiliki tenaga pendidik sedangkan di SMA Negeri Kondodewata hanya ada 4 tenaga (pegawai dan guru) sehingga murid beraktifitas sendiri. Di sekolah YPKT yang sempat dikunjungi (SD Kr. Tarundung dan SD Kr. Buangin), Tim melihat langsung kondisi sekolah dan berkomunikasi dengan kepala sekolah dan para guru. Kunjungan diakhiri dengan percakapan dengan kepala sekolah dan guru SD Kr. Ratte Tangnga Sarangdena’ di Ratte.


Bagikan