PROFILE DAERAH PI PADANGALLA’ Kab. PINRANG (POS PI Padangalla', Gesseng dan Mandeangin)

PROFILE DAERAH PI PADANGALLA’
(Kabupaten Pinrang)

 

Konsentrasi Pekabaran Injil di daerah ini mulai efektif dan gencar sejak tahun 1960-an ditandai permintaan sejumlah tokoh Padangalla’ kepada Gereja Toraja, agar (alm) bapak  Baso’ Romba, guru YPKT di SDK Sarangdena’-Simbuang bisa melayani di Padangaala’. Permintaan ini kemudian diakomodir oleh Gereja Toraja dan ditempatkanlah SDK Padangaalla’ (sekarang sudah menjadi SDN) dan Pak Baso’ Romba menjadi guru. Dengan segala potensi beliau telah meletakkan suatu dasar untuk membuka daerah Padangalla’. Hingga saat ini secara keseluruhan terdapat 5 Pos PI di wilayah ini, yakni Pos PI Gesseng, Pos PI Padang Alla’, Pos PI Mandeangin, Pos PI Rattepaken dan Pos PI Opang. Seluruhnya berada di wilayah Desa Mesakada (Kecamatan Lembang) yang di sebelah utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Tana Toraja. Wilayah desa ini amat luas, yakni sekitar 13.504 km persegi dan berada di daerah dataran tinggi dengan medan jalan yang hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua. Karena itu, meskipun berada dalam satu wilayah desa, jarak antar Pos-Pos PI lumayan berjauhan dan terkadang harus ditempuh hingga 3 – 5 jam perjalanan.

Keseluruhan masyarakat Desa Mesakada yang berjumlah 2387 KK ini, hampir seluruhnya beretnis Toraja dan sebagian besar (sekitar 75%) berkeyakinan agama suku. Berikut, profile masing-masing Pos PI di wilayah ini:

Pos PI Padang Alla, Pos PI Gesseng dan Pos PI Mandeangin

Meskipun berada dalam satu wilayah Desa Mesakada – Kabupaten Pinrang, jarak antara ketiga pos PI ini tetaplah berjauhan. Perjalanan dari Pos PI Padang Alla ke Pos PI Gesseng (yang berada di antara Pos PI Padang Alla dan Pos PI Mandeangin), harus ditempuh dengan berjalan jalan kaki melewati hutan dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam. Sedangkan dari Pos PI Gesseng ke Pos PI Mandeangin harus ditempuh dengan berjalan kaki sekitar satu setengah jam (ada pula rute berputar lainnya yang dapat dilalui dengan motor selama 30 menit, namun jika kondisi jalan tidak bagus, perjalanan dengan berjalan kaki melewati hutan akan jauh lebih cepat).

Latar belakang pendidikan sebagian besar masyarakat di ketiga Pos PI ini, ialah tamatan SD. Itu sebabnya, hampir semua masyarakat di ketiga Pos PI ini tidak memiliki pilihan lapangan pekerjaan, selain bekerja sebagai petani kopi, coklat, kedele dan kacang merah di lahan milik mereka sendiri. Hasil pertanian mereka kemudian dijual ke pasar terdekat (Pasar Suppiran dan Pasar Makula’) yang harus ditempuh dengan kuda atau berjalan kaki sekitar 5 jam. Karena itu, meskipun ada hasil pertanian yang cukup bagus, khususnya kopi jenis jember dan robusta, serta kacang merah, upaya pemasaran hasil pertanian mereka menjadi kendala tersendiri. Menurut Pdt. Yohanis Ruru Patiung, untuk meningkatkan kehidupan ekonomi warga sekitar secara siginifikan, maka upaya pemasaran hasil-hasil pertanian warga amat mendesak untuk diberi perhatian yang memadai.

Cukup banyak warga masyarakat di ketiga Pos PI ini. Di Pos PI Padang Alla terdapat 31 KK (10 KK di antaranya adalah warga Gereja Toraja), di Pos PI Gesseng terdapat 85 KK (18 KK di antaranya warga Gereja Toraja), sedang di Pos PI Mandeangin terdapat 48 KK (18 KK di antaranya Warga Gereja Toraja dan beberapa warga Gereja Katolik, serta GTM).

Hingga saat ini terdapat tiga tenaga PI yang melayani bersama di ketiga Pos PI ini, yakni Pdt. Yohanis Ruru Patiung, S.Th., Guru PI Riska Dete, S.Pd.K., dan Bidan PI Adolvina Bannelangi’, A.Md.Keb. Selain memberi pelayanan dalam bidang kerohanian, seperti melalui Ibadah Minggu, Pemahaman Alkitab dan Sekolah Minggu, ketiga tenaga PI juga banyak memberi pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Secara khusus, Guru PI Riska Dete juga mengajar di dua Sekolah Dasar, yakni SDN 157 Lembang Kab. Pinrang, serta Kelas Jauh SDN 288 Sakkuang Kec. Mappak, yang berada di Wai Limbong Kab. Tana Toraja. Kehadiran Guru PI di kedua SD ini amat dibutuhkan. Tak jarang beliau harus seorang diri menjadi tenaga pengajar untuk beberapa bidang study sekaligus di kedua SD ini, dengan jumlah murid yang tidak sedikit, yakni di Kelas Jauh SDN 288 Sakkuang terdapat 52 murid (3 di antaranya adalah warga gereja) dan di SDN 157 Lembang Gesseng terdapat 55 murid (17 di antaranya adalah warga gereja).

Khusus mengenai pelayanan kesehatan oleh Bidan PI Adolvina Bannelangi yang didukung penuh oleh RS Elim Rantepao, juga telah memberikan dampak yang amat positif bagi kehidupan warga sekitar. Selain penyuluhan kesehatan, menolong proses persalinan warga sekitar, merupakan hal yang paling sering dilakukan oleh Bidan PI. Betapa tidak, layanan kesehatan terdekat, yakni berupa Puskesmas Pembantu, hanya terdapat di Suppiran atau di Makula’ , yakni yang harus dijangkau dengan perjalanan hingga berjam-jam. Misalkan saja, untuk kebutuhan imunisasi anak, warga bahkan harus menginap di daerah dimana terdapat layanan Puksemas Pembantu.

Syukur kepada Tuhan, sejak beberapa tahun lalu telah diupayakan proyek Air Bersih dengan bantuan mitra EMS (melalui koordinasi Pnt. Katarina Tombi dan Pdt. Armand Dannari, Sekretaris Komisi PI), yang telah menjangkau sejumlah kampung, termasuk seluruh wilayah Pos PI. Kegiatan ini masih perlu dilanjutkan untuk menjangkau beberapa kampung lainnya. Oleh warga sekitar, inilah satu program yang dipandang sangat bermakna bagi kehidupan masyarakat.

Selain itu, saat ini persekutuan PA Kaleb Jemaat Jatiwaringin Klasis Pulau Jawa juga sedang membantu proses pembangunan Rumah Ibadah di Pos PI Mandeangin, serta pembangunan Turbin di ketiga Pos PI ini guna mendukung pengadaan sarana listrik bagi warga. Diharapkan semua kegiatan pembangunan ini dapat diselsaikan tahun ini.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan di ketiga Pos PI ini, masih amat dibutuhkan dukungan berbagai pihak. Khususnya sebuah ruang sederhana untuk layanan pos kesehatan, buku-buku untuk pelajaran SD kurikulum terbaru dan buku-buku untuk perpustakaan, LCD proyektor dan Genset sekitar 2000-3000 watt. Bahkan lebih jauh lagi, menurut Pdt. Yohanis R Patiung, juga perlu dipikirkan pembukaan SMP di wilayah Pos PI Mandeangin, mengingat cukup banyak calon siswa di wilayah tersebut, sedangkan SMP terdekat berjarak tempuh 3-4 jam perjalanan.

Besar harapan kita, kehidupan damai sejahtera bagi segenap warga masyarakat dapat diwujudkan.


Bagikan