KONSULTASI PENATUA & DIAKEN KLASIS KOTA PALOPO

Kita patut mengucap syukur kepada Kristus yang adalah kepala gereja oleh karena, tanggal 21-23  Oktober 2016 BPK Klasis Kota Palopo telah berhasil menyelenggarakan Konsultasi Penatua dan Diaken yang di bagi dalam tiga  rayon, yakni: Rayon A dipusatkan di jemaat Sion Kota Palopo dengan jumlah Peserta 61 orang, Rayon B di pusatkan di Jemaat  Home Base Sibang dengan jumlah peserta 57 orang dan Rayon C dipusatkan dijemaat Lebang Dengan jumlah Peserta  42 orang. Konsultasi ini merupakan pengembangan dari pertemuan berkala  Penatua dan Diaken Klasis Kota Palopo yang  kali ini dikemas dalam bentuk  konsultasi.

Metode pendekatan yang digunakan sepanjang konsultasi ini adalah metode Appreactive Inquiry  yakni salah satu bentuk metode pendekatan yang mengarahkan semua peserta untuk bersama-sama menggali, menemukan, dan mengelola sejumlah masalah yang lahir dalam jemaat. Pendekatan ini sekaligus mengajak peserta untuk menemukan berbagai bakat, keahlian, yang ada dalam dirinya yang selalanjutnya dapat dikembangkan oleh peserta dalam pola pelayanannya. Peserta diajak menemukan kekuatannya untuk digunakan mengelolah banyak hal sehingga mimpi dan harapan-harapannya dapat di kelola dengan mengembangkan potensi dirinya.

Pendamping dalam Konultasi ini adalah Pdt.Daud Palelingan selaku narasumber, didampingi oleh  para pendeta yang ada dalam wilayah Klasis Kota Palopo yakni Pdt.Fransiska Pauang,S.Th, Pdt. Intan Grace, Pdt.Selviana Patu,S.Th, Pdt.Nopriyanti Bunganan,S.Th, Pdt.Yuli, Pdt.Yunita Kartika, Pdt.Welly Efraim selaku ketua BPK Klasis Kota Palopo.

Sepanjang Konsultasi para peserta sungguh-sungguh memciptakan pola kreatif-interaktif di setiap kelompok maupun dalam pleno, oleh karena semua peserta dengan mudah membuka dan menikmati percakapan dengan peserta lainnya, yang ternyata menjadi ciri khas yang mewarnai seluruh percakapan sepanjang konsultasi berlangsung.

Materi konsultasi dibuka dengan sebuah pengantar umum mengenai tema SIAPAKAH AKU, yakni sebuah pendekatan evaluasi diri, lalu kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dibagi dalam kelompok-kelompok kecil sehingga masing-masing peserta bebas memberi gagasan, sesuai pengalaman mereka melayani di jemaat masing-masing. Selanjutnya, hasil diskusi dalam kelompok disampaikan dalam pleno, yang seterusnya diperkaya dan diakhiri dengan refleksi bersama berangkat dari pergumulan bersama yang telah dipaparkan oleh setiap kelompok. Seluruh agenda kegiatan berjalan sesuai perencanaan, dengan gambaran umum bahwa sebagian besar peserta merasakan bahwa waktu yang ditentukan untuk berbagi pengalaman sangat terasa kurang. Hal itu lebih disebabkan oleh alokasi waktu dalam penyusunan acara yang ternyata terlampaui oleh antusiasme bersama ketika peserta keasyikan berbagi pengalaman dalam kelompok masing-masing apalagi jika dibarengi dengan pengalaman kelucuan dari sejumlah peserta. Bahkan ketika saat-saat istirahat, para peserta tetap melanjutkan diskusi dengan peserta lainnya. 

Berikut kutipan wawancara dari wakil peserta:

Bapak Pnt.Drs.Daud Gala,MM

“…Saya menyambut positip sekaligus memberi apresiasi kepada BPWG selaku BPS dan kepada rekan-rekan BPK Klasis Kota Palopo yang telah menyelenggarakan konsultasi ini. Secara pribadi saya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif dalam rangka membangun kesadaran teman-teman Penatua dan Diaken untuk mengembangkan tugas mereka sebagai pelayan. Dari sisi Metodologi, penyampaian dan pelaksanaan, sangat baik. begitupun dengan isi materi, kalau kita bicara dari kontennya ini adalah sebuah kebutuhan yang memang bisa membangun kesadaran maupun iman penatua dan diaken. Karena itu saya pikir saran saya kedepan kegiatan ini terus dilakukan dengan mendesain metode-metode yang bisa melibatkan semua seperti malam ini. Tapi saya yakin bahwa metode yang dilakukan saat ini sudah merupakan salah satu metode yang cukup menarik. Dari sisi kehadiran peserta, kedepan diharapkan lebih banyak lagi  karena metode seperti ini merupakan metode yang sungguh-sungguh membuat peserta aktif dalam mengemukakan pandangannya. Tidak ada ceramah melainkan kita sungguh-sungguh diberi kesempatan untuk menggali, menemukan bahkan menyelesaiakan secara bersama masalah yang ditemukan.

Pnt.Drs.Andarias Rani,M.Si

        Saya berpikir metodenya sangat bagus karena melibatkan semua penatua dan diaken dalam mengemukakan pendapatnya. Para Penatua dan Diaken kelihatannya cukup antusias dalam mengemukakan gagasan-gagasan yang terkait dengan pergumulan bersama dalam jemaat. Karena itu amat penting metode ini dikembagkan, bahkan harapan kami kedepan narasumber boleh memembrikan materi ini kepada jemaat-jemaat agar  semakin mengerti lebih dalam siapa kita sesungguhnya dalam pelayanan.

Pdt.Welly Efraim ( Ketua BPK Kota Palopo)

Saya sebagai Ketua BPK  sangat mengapresiasi  kegiatan ini karena peserta Penatua dan Diaken dari di tiap rayon sangat bersemangat dalam mengikuti materi, karena metode yang dipakai dalam materi ini mengajak para peserta untuk mengungkapkan suka duka pelayanan yang dialami dalam jemaat. Melalui metode ini para penatua dan diaken saling menguatkan dan saling curhat dalam pelayanan di setiap jemaat.  Konsultasi Penatua  dan Diaken kali ini bertemakan “SIAPA AKU “ Tema ini merupakan pengantar utama untuk mengajak Para Penatua dan Diaken untuk mrengevalusi diri mereka selama mereka melayani dijemaat mereka masing-masing. Sangat diharapkan metode ini terus dijemaatkan  dan dikembangkan dalam   lingkup Gereja Toraja agar para Majelis Gereja semakin mengenal dirinya dan semakin teguh dalam mengangkat tugasnya sebagai penatua  dan diaken. Harapan kami dari Klasis Kota Palopo metode ini  dapat digunakan dalam Konvensi Pendeta Gereja Toraja.


Bagikan